About

AN ANGEL CALLED NURSE

A nurse will always give us hope, an angel with a stethoscope.

NURSE IS CARING

Our job as nurses is to cushion the sorrow and celebrate the joy, everyday, while we are ‘just doing our jobs

BE PROFESSIONAL NURSE

To do what nobody else will do, a way that nobody else can do, in spite of all we go through; is to be a nurse

PROUD TO BE NURSE

as a nurse, we have the opportunity to heal the heart, mind ,soul and body of our patients, their families and ourselves.

NURSE SAVE THE WORLD

The trained nurse has become one of the great blessings of humanity, taking a place beside the physician and the priest

Minggu, 08 Desember 2013

Cedera kepala

A. DEFENISI
§  Cedera kepala merupakan cedera yang bisa disebabkan oleh percepatan mendadak yang memungkinkan terjadinya benturan atau karena perlambatan mendadak yang terjadi jika kepala membentur objek yang tidak bergerak 
§  Cedera kepala adalah Suatu gangguan trauma fungsi yang disertai pendarahan interstisial dalam sub stansi otak tampa diikuti terputusnya continuitas otak (R. Samsuhidayat, dkk, EGC, 1997)
§  Cendera Kepala (terbuka & tertutup) terdiri dari fraktur tengkorak Cranio serebri (geger), Kontusio (memar) / Laserusi & perdarahan serebral (subarakhnoid, subdural, epidural, intraserebral batang otak). Trauma primer terjadi karena benturan langsung atau tidak langsung (akselerasi / deselerasi otak). Trauma sekunder akibat trauma syaraf (mil akson) yang meluas hipertensi intrakranial, hipoksia, hiperkapnea atau hipertensi sistemik (Doengoes,1993)
 

Ulkus Diabetikum

2.1  Pengertian
                   Ulkus Diabetikum merupakan Suatu komplikasi kronik dari penyakit diabetes mellitus tipe 2 yang ditandai dengan luka yang terbuka pada jaringan kulit atau selaput lendir yang ditandai juga dengan adanya kematian jaringan dan invasi kuman saprofit. (iizmccandless, 2011).
2.2  Etiologi
                   Etiologi ulkus diabetikum disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor endogen dan faktor ekstrogen (iizmccandless, 2011).
Faktor endogen diantaranya :
Ø  Genetik metabolik.
Ø  Angiopati diabetik.
Ø  Neuropati diabetik.
Faktor eksogen diantaranya :
Ø  Trauma.
Ø  Infeksi
Ø  Obat
                   Ulkus diabetikum disebabkan oleh proses aterosklerosis pada bagian pembuluh darah perifer yang mengakibatkan glukosa dalam pembuluh darah tidak dapat mengalir dengan baik ke pembuluh perifer yang menyebabkan disfungsi endotel mikrovaskuler sehingga terjadilah mikroangiopati. Mikroangiopati ini melandasi terjadinya neuropati yaitu suatu keadaan dimana saraf – saraf perifer menjadi lemah dan mati rasa. Dari proses inilah yang terjadi secara berkelanjutan (kontinyu) menyebabkan hipoksia jaringan hingga pada akhirnya ulkus terjadi (Porth, 2009).

PERITONITIS

2.1  DEFENISI 
·               ANATOMI PERITONEUM
Peritoneum terdiri dari dua bagian yaitu peritoneum parietal yang melapisi dinding rongga abdomen dan peritoneum visceral yang melapisi semua organ yang berada dalam rongga abdomen. Ruang yang terdapat diantara dua lapisan ini disebut ruang peritoneal atau kantong peritoneum. Pada laki-laki berupa kantong tertutup dan pada perempuan merupakan saluran telur yang terbuka masuk ke dalam rongga peritoneum, di dalam peritoneum banyak terdapat lipatan atau kantong. Lipatan besar (omentum mayor) banyak terdapat lemak yang terdapat disebelah depan lambung. Lipatan kecil (omentum minor) meliputi hati, kurvaturan minor, dan lambung berjalan keatas dinding abdomen dan membentuk mesenterium usus halus.
Lapisan peritoneum dibagi menjadi 3, yaitu:
1.   Lembaran yang menutupi dinding usus, disebut lamina visceralis (tunika serosa).
2.   Lembaran yang melapisi dinding dalam abdomen disebut lamina parietalis.
3.   Lembaran yang menghubungkan lamina visceralis dan lamina parietalis.

Diabetes mellitus


2.1. Defenisi
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).
Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
Diabetes Melitus ( DM ) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter,dengan tanda – tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidakadanya gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai akibat dari kuranganya  insulinefektif di dalam tubuh, gangguan primer terletak pada metabolisme karbohidrat yangbiasanya disertai juga gangguan metabolisme lemak dan protein. ( Askandar, 2000).
Gangren adalah proses atau keadaan  yang ditandai dengan adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkanoleh infeksi. ( Askandar, 2001 ).
Gangren Kaki Diabetik adalah luka pada kaki yang merah kehitam-hitaman danberbau busuk akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah sedang atau besar ditungkai.
( Askandar, 2001).
Gangren adalah kematian jaringan, biasanya berhubungan dengan berhentinya aliran darah ke daerah yang terkena.

Hematothorax

2.1 PENGERTIAN
Hematothorax adalah adanya darah dalam rongga pleura . Sumber mungkin darah dinding dada , parenkim paru – paru , jantung atau pembuluh darah besar . kondisi biasanya merupakan konsekuensi dari trauma tumpul atau tajam . Ini juga mungkin merupakan komplikasi dari beberapa penyakit .( Puponegoro , 1995 ).

2.2 ETIOLOGI
2.2.1 Traumatis
  • Trauma tumpul .
  • Penetrasi trauma .
2.2.2 Non traumatic atau spontan
  • Neoplasia ( primer atau metastasis ) .
  • Diskrasia darah , termasuk komplikasi antikoagulasi .
  • Emboli paru dengan infark .
  • Robek pleura adhesi berkaitan dengan pneumotorax spontan .
  • Emfisema .
  • Tuberkulosis .
  • Paru arteriovenosa fistula .
2.3 PATOFISIOLOGI
Perdarahan ke dalam rongga pleura dapat terjadi dengan hampir semua gangguan  dari jaringan dinding dada dan pleura atau struktur intratoracic yang fisiologis terhadap pengembangan hematothorax diwujudkan dalam 2 bidang utama hemodinamik dan pernapasan . Tingkat respons hemodinamik ditentukan oleh jumlah dan kecepatan kehilangan darah .
Gerakan pernapasan normal mungkin terhambat oleh ruang efek menduduki akumulasi besar darah dalam rongga pleura . Dalam kasus trauma , kelainan ventilasi dan oksigen dapat mengakibatkan , terutama jika dikaitkan dengan cedera pada dinding dada . Dalam beberapa kasus nontraumatic asal usul , terutama yang berkaitan dengan pneumotorax dan jumlah terbatas perdarahan , gejala pernapasan dapat mendominasi .

Apendisitis

LANDASAN TEORITIS
A.    Defenisi
·        Apendisitis adalah radang pada  organ apendiks (usus buntu) yang disebabkan adanya bendungan pada lumennya (saluran) karena terjadi pembesaran kelenjar limphoid pada sub mukosa apendiks.
·        Appendiks adalah organ tambahan kecil yang menyerupai jari, melekat pada sekum tepat dibawah katup ileocecal ( Brunner dan Sudarth, 2002 hal 1097 ).
·        Apendisitis adalah peradangan dari apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. (Arif Mansjoer ddk 2000 hal 307 ).
·        Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur. (Anonim, Apendisitis, 2007)
Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Usus buntu mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ tang penting
Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun.
B.     Anatomi dan Fisiologi
Usus buntu dalam bahasa latin disebut sebagai Appendiks vermiformis. Appendiks terletak di ujung sakrum kira-kira 2 cm di bawah anterior ileo saekum, bermuara di bagian posterior dan medial dari saekum. Pada pertemuan ketiga taenia yaitu: taenia anterior, medial dan posterior. Secara klinik appendiks terletak pada daerah Mc. Burney yaitu daerah 1/3 tengah garis yang menghubungkan sias kanan dengan pusat. Posisi apendiks berada pada Laterosekal yaitu di lateral kolon asendens. Di daerah inguinal: membelok ke arah di dinding abdomen (Harnawatiaj,2008). Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.

Obstruksi intestinal

1.1   Definisi
Obstruksi intestinal (ileus) adalah gangguan pasase dari isi usus akibat sumbatan sehingga terjadi penumpukkan cairan dan udara di bagian proksimal dari sumbatan tersebut. Akibat sumbatan tersebut, terjadi peningkatan tekanan intraluminer dan terjadi gangguan resorbsi usus serta meningkatnya sekresi usus. Ditambah adanya muntah akibat suatu refluks obstruksi maupun karena regurgitasi dari lambung yang penuh mengakibatkan terjadi dehidrasi, febris dan syok. Obstruksi ileus juga merupakan kegawatan dalam bedah abdominalis yang sering dijumpai, merupakan 60-70% dari seluruh kasus akut abdomen yang bukan appendicitis akut. Ileus obstruktif disebut juga ileus mekanik.

1.2   Anatomi dan Fisiologi Sistem pencernaan
Anatomi fisiologi tentang sistem pencernaan yang meliputi:     
1.  Mulut           
Mulut adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas 2 bagian yaitu:
a. Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu diruang antara gusi, bibir dan pipi.
b. Rongga mulut/bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandi bilaris disebelah belakang bersambung dengan faring.
2.  Faring
Faring merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan, merupakan persimpangan jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan didepan ruas tulang belakang
 3. Esofagus (kerongkongan)
Panjangnya ± 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak dibawah lambung. Esofagus terletak dibelakang trakea dan didepan tulang punggung setelah melalui thorak menembus diafragma masuk kedalam abdomen ke lambung.
 4. Gaster (lambung)
Merupakan bagian dari saluran pencernaan yang dapat mengembang paling banyak terutama didaerah epigaster. Bagian-bagian lambung antara lain:
a. Fundus ventrikularis, bagian yang menonjol keatas terletak disebelah kiri osteum kardium biasanya berisi gas.
b. Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah notura minor.
c. Antrum pilorus, berbentuk tebing mempunyai otot tebal membentuk spinkter pilorus.
d. Kurtura minor, terletak disebelah kanan lambung, terdiri dari osteum kordi samapi pilorus.
e. Kurtura mayor, lebih panjang dari kurtura minor terbentang dari sisi kiri osteum kardium melalui fundus kontrikuli menuju kekanan sampai ke pilorus anterior

Fungsi lambung
a.         Menampung makanan.
b.         Getah cerna lambung yang dihasilkan pepsin, asam garam, renin dan lipak.