About

AN ANGEL CALLED NURSE

A nurse will always give us hope, an angel with a stethoscope.

NURSE IS CARING

Our job as nurses is to cushion the sorrow and celebrate the joy, everyday, while we are ‘just doing our jobs

BE PROFESSIONAL NURSE

To do what nobody else will do, a way that nobody else can do, in spite of all we go through; is to be a nurse

PROUD TO BE NURSE

as a nurse, we have the opportunity to heal the heart, mind ,soul and body of our patients, their families and ourselves.

NURSE SAVE THE WORLD

The trained nurse has become one of the great blessings of humanity, taking a place beside the physician and the priest

Rabu, 05 November 2014

Anatomi Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan adalah merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserao oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan ( pngunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus. (Syaifuddin.2006)
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

A.    MULUT (Oris)
Rongga mulut dilapisan membaran mukosa yang terdiri atas epithelium skumosa berlapis yang berisi sedikit kelenjar penyereksi mukus. Bagian mulut di antara gusi dan pipi adalah vestibula dan sisanya adalah rongga mulut.
Palatum membentuk langit-langit mulut yang terdiri atas palatum durum (langit-langit keras) di bagian interior dan palatum molle(langit-langit lunak) di bagian posterior. Uvula adalah lipataan otot melengkung yang ditutupi membrane mukosa dan berada tergantung di tengah ujung bebas palatum molle.
rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah

a.       Gigi

Gigi manusia terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Setiap gigi tersusun atas bagian-bagian sbb ;
1.      Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu bagian yang tampak dari luar.
2.      Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan merupakan batas antara  mahkota dan akar gigi.
3.      Akar gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi, dan rongga gigi.
4.      Email
Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi.
Email berfungsi melindungi tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi akan rusak pula.
5.      Tulang gigi
Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari dentin. Dentin berupa jaringan berwarna kekuningan.
6.      Semen gigi
Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.
7.      Rongga gigi
Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Lubang yang dalam pada gigi dapat mencapai rongga gigi dan mengenai saraf sehingga menimbulkan nyeri.

Gigi terdiri dari dua macam (syaifuddin.2006) :
1.      Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak-anak umur 6-7 bulan. Lengkap pada umur 2 1/2tahun jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu, tersiri dari: 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus) dan 8 buah gigi graham (molare)
2.      Gigi tetap ( gigi permanen) tumbuh pada umur 6-18 tahun, jumlahnya 32 buah, terdiri dari : gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah.

b.      Lidah

Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan di dalam mulut mendorong makanan masuk ke kerongkongan. Selain itu lidah lidah juga berfungsi untuk mengecap atau merasakan makanan. Pada lidah terdapat daerah-daerah yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti asin, masam, manis, dan pahit.
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah ini dapat digerakkan ke seluruh arah.
Lidah dibagi atas 3 bagian :
1.      Radiks lingua = pangkal lidah
2.      Dorsum lingua = punggung lidah
3.      Apeks lingua = ujung lidah
Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup jalan napas pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan tidak masuk ke jalan napas. Punggung lidah ( dorsum lingua ) terdapat puting-puting pengecap atau ujung saraf pengecap. Frenulum lingua. Merupakan selaput lendir yang terdapat pada bagian bawah kira-kira ditengah-tengah jika lidah digerakkan ke atas nampak selaput lendir. Flika sublingua. Terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum linguadi sini terdapat pula lipatan selaput lendir.  Pada pertengahan flika sublingua ini terdapat saluran dari glandula parotis, sub maksilaris dan glandula sub lingualis. Fungsi lidah yaitu mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap dan menelan, serta merasakan makanan.

c.       Kelenjar ludah
Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Kelenjar ludah tersebut adalah kelenjar ludah parotis, kelenjar ludah rahang bawah, kelenjar ludah bawah lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut. Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.
Kelenjar ludah ada 2, yakni :
a)      Kelenjar ludah bawah rahang ( kelenjar submaksilaris ), yang terdapat dibawah tulang rahang atas pada bagian tengah.
b)      Kelenjar ludah bawah lidah ( kelenjar sublingualis ) yang terdapat disebelah depan bawah lidah.
Di bawah kelenjar ludah bawah rahang dan kelenjar ludah bawah lidah di antara bawah lidah bagian bawah dari lidah disebut korunkula sublingualis serta hasil sekresinya berupa kelenjar ludah ( saliva ). Kelenjar ludah ( saliva ) dihasilkan dalam rongga mulut. Di sekitar rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar luda :
1.      Kelenjar Parotis
Letaknya di bawah depan dari telinga diantara prosesus  mastoid kiri dan kanan os mandibular, duktusnya duktus stensoni. Duktus ini keluar dari glandula parotis menuju rongga mulut melalui pipi ( muskulus buksinator )
2.      Kelenjar Submaksilaris
Terletak di bawah rongga mulut bagian belakang, duktusnya bernama duktus wartoni, bermuara di rongga mulut dekat dengan frenulum lingua.
3.      Kelenjar Sublingualis
Letaknya di bawah selaput lendir dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga mulut.

B.     TENGGOROKAN (faring)
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Berasal dari bahasa yunani yaitu Pharynk. Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium.
Tekak terdiri dari; Bagian superior =bagian yang sangat tinggi dengan hidung, bagian media adalah bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior adalah bagian yang sama tinggi dengan laring.
Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga,Bagian media disebut orofaring,bagian ini berbatas kedepan sampai diakar lidah bagian inferior disebut laring gofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring

C.    KERONGKONGAN (esofagus)
Esophagus merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjang + 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Lapisan dinding dar dalam ke luar : lapisan selput lender ( mukosa)
Lapisan submukosa, lapisa otot melingkar sirkuler, dan lapisan otot memanjang logituginal. Esophagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung, setelah melalui toraks menembus diagfregma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan lambung. (syifuddin.2006)

D.    LAMBUNG
Lambung merupakan bagian saluran cerna yang berbentuk huruf J melebar dan berada di egioepigestrik, umbilical, dan hipokondriak kiri rongga abdomen. (Nurachmah Elly.2010)
            Lambung berhubungan dengan essofagus di bagian sfingter kardiak dan berhubungan dengan duodenum di sfingter pylorus. Lambung memiliki dua lengkung (kurvatur) kurvatur minor  yang beradda di permukaan posterior lambung yang menurunkan ke dinding posterior esophagus dan kurvatur mayor yang beradda ddi permukaan anterior lambung. (Nurachmah Elly.2010)
Lambung dibagi menjadi tiga region: fundus, badan, antrum. Di ujung distal antum pylorus, terdapat sfingter pylorus, yang menjaga pintu antara lambung dan duodenum. Saat lambung kosong, sfingter pylorus berelaksasi dan terbuka, kemudian saat lambung berisi makanan, sfingter pylorus menutup. (Nurachmah Elly.2010)
Otot lambung terdiri atas tiga lapisan serat otot polos: lapisan luar-serat longitudinal, lapisan tengah-serat sirkular, dan lapisan dalam-serat obliq. Susunan otot ini memungkinkan karaakteristik gerakan mengocok atau mengaduk pada lambung dn gerakan peristaltic.
Ssaat lambung kosong, membrane mukosa yang melapisi cenderung masuk ke dalam lipatan longitudinal atau rugae, dan saat lambung penuh, rugae tambak seperti beludru yang memiliki permukaan halus. Banyak kelenjer lambung yang berada di bagian permukaan membrane mukosa. Kelenjar ini berisi sel-sel khusus yang menyekresikan getah lambung masuk kelambung. (Nurachmah Elly.2010)




DAFTAR PUSTAKA
Kurnianingsih.S, Setiawan. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediadtrik wong/ Donna I. jakarta: EGC
Nurachmah Elly dan Rida Anggraini. 2010. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi Adaptasi Indonesia dari Ross and Wilson Anatomy and Physiology in Health and Illnes 10th ed. Jakarta : Salemba Medika
Syaifuddin.2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. jakarta: EGC
Suriadi.2010.  Asuhan Keperawatan Pada Anak. jakarta : Sagung Seto




Selasa, 04 November 2014

PEMERIKSAAN FUNGSI PENDENGARAN (Weber dan Rinne)


Alat  yang digunakan :
-          Garpu tala : alat berujung dua yang terbuat dari baja untuk memeriksa ketajaman pendengaran dan indra getar.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj75otQ6rdziUXsKAr5fSOTTIMoirZVDbdhbQEbvHef6LeKSQQsA7InVrN9Q91wWEM60znCXtH2se77PFCLJEhDBN-QUYUn3jihJRtauEQQD5g_eIqWTslCHFx8kZJtJaCbE6UDnpc0OvQW/s1600/tuning-fork.jpg
Gambar 1. Garpu Tala

Jenis pemeriksaan :
1.        Pemeriksaan Weber
Tes Weber adalah Tes pendengaran untuk membandingkan hantaran tulang telinga kiri dengan telinga kanan.
Pengkajian menggunakan tes weber ini bertujuan mengkaji konduksi tulang dengan memeriksa lateralisasi suara ( transmisi dari arah samping).
Cara pemeriksaan :
a.       Pegang garpu tala pada bagian tangkai
b.      Getarkan garpu tala dengan cara mengetukkannya secara perlahan ke punggung tangan anda disekitar buku-buku jari atau dengan mengosok diantara ibu jari dan jari telunjuk. Tindakan ini harus dilakukan sampai garpu tala berdering lembut.
c.       Letakkan tangkai garpu tala yang berdenging di atas kepala klien dan tanyakan di mana klien dapat mendengatkan bunyi garpu tala, atau dibagian telinga mana terdengar bunyi lebih keras.
Gambar  2. Tes Weber
Hasil tes Weber dan Interpretasinya
-          Bila terdengar lebih keras ke salah satu telinga : lateralisasi ke telinga tersebut
-          Bila tdk dapat dibedakan ke arah mana yang lebih keras : tidak ada lateralisasi
-          Normal : tdk ada lateralisasi. Suara terdengar pada kedua telinga atau terfokus pada tengah-tengah kepala
-          Tuli konduktif : lateralisasi ke telinga yang sakit
-          Tuli sensorineural : lateralisasi ke telinga yang sehat

2.        Pemeriksaan Rinne
Pemeriksaan ini bertujuan untuk membandingkan konduksi udara (KU) dengan konduksi tulang (KT) pada telinga yang diperiksa.
Cara Pemeriksaan :
a.       Minta klien menutup salah satu telinganya secara intermiten dengan menggerakkan ujung jari keluar-masuk saluran telinga
b.      Tempelkan tangkai garpu tala yang sudah digetarkan di prosesus mastoideus salah satu telinga sampai klien mengatakan bahwa getaran garpu tala tidak lagi terdengar.
c.       Dengan cepat, dekatkan bagian percabangan garpu tala yang masih berbunyi ke depan tulang lubang telinga klien. Tanyakan apakah klien masih mendengar bunyi garpu tala. Bunyi yang dihantarkan lewat udara akan lebih mudah terdengar daripada bunyi yang dihantarkan lewat tulang. Getaran garpu tala yang dihantarkan lewat udara normalnya akan terdengar lebih lama.


Gambar  3. Tes Rinne
Hasil Tes Rinne dan Interpretasinya
-          Positif              : bila msh terdengar
-          Negatif            : bila tidak terdengar
Hasil Gangguan
-          Positif (KU>KT)         : Normal
-          Positif (KU=KT)         : Tuli sensorineural
-          Negatif (KU<KT)       : Tuli konduktif





DAFTAR PUSTAKA
Heryati, Euis.Diakses pada 15 Maret 2014 dari tohap.heck.in/files/pengukuran-fungsi-pendeng.pdf

Kozier. Erb. 2010. Buku ajar fundamental keperawatan (konsep, proses, & praktek). Jakarta: EGC